My Trip My Adventure, Pendakian Gunung Gede Lewat Jalur Putri

By | 15/05/2017

My trip my adventure, Pendakian gunung gede lewat jalur putri. Ini adalah pendakian ke gunung gede pangrango yang kesekian kali bersama teman-teman kerja, tetapi tetap saja menghadirkan cerita dan warna yang berbeda dari pendakian sebelumnya. Perencanaan pendakian yang spontan biasanya berujung dengan kenyataan yang terjadi di lapangan dibandingkan perencanaan yang panjang tapi tak kunjung terealisasi. Dalam simaksi (surat izin melakukan pendakian) tertera lima orang, tapi ketika hari H satu orang berhalangan dan akhirnya hanya empat orang saja yang melanjutkan perjalanan. Kami melakukan pendakian pada hari kamis tanggal 11 Mei 2017, akan masuk melalui pintru gunung putri dan akan keluar dari pintu cibodas pada hari jumat tanggal 12 mei 2017. Paket pendakian di gunung gede pangrango memang dua hari satu malam saja tapi jika anda ingin lebih lama juga bisa hanya mengalikan saja biaya tiket dengan berapa lama anda akan bermalam dengan syarat perlengkapan dan persediaan logistik anda juga harus cukup yaa…

My Trip My Adventure, Pendakian Gunung Gede Lewat Jalur Putri

Kami sepakat menggunakan sepeda motor dan berangkat pada malam hari untuk menghindari buka tutup jalur di kawasan puncak, pukul 20.00 kami telah bertemu di sekitar taman topi lalu menuju titik peristirahatan sejenak disebuah ruko disekitar jalan R3 di wilayah Bogor Timur. Tepat pukul 21.00 kami bergerak melanjutkan perjalanan ke Cibodas. Jalan raya puncak malam itu cukup lancar, walaupun tetap saja menemukan antrean panjang kendaraan tapi tak terlalu berarti untuk para pengendara sepeda motor karena kami bisa tetap meluncur melewati deretan roda empat yang berbaris panjang. Pemandangan dan suasana jalan disepanjang jalur puncak cukup memberikan hiburan bagi kami yag memang jarang melalui jalan ini. Kerlap-kerlip lampu dikejauhan, deretan warung-warung yang menawarkan panganan dan minuman hangat, para penjaja villa dengan tampilan khasnya juga hawa dingin yang semakin lama kami berkendara semakin terasa menusuk tulang. Beberapa kali kami berhenti untuk saling menunggu dan kemudian berjalan kembali.

Pukul 22.30 kami tiba di Cibodas dan langsung menuju sebuah warung untuk mengisi perut yang keroncongan. Warung-warung penduduk disekitar kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga bisa digunakan untuk menginap, jadi jika anda ingin mendaki pagi hari malamnya anda bisa menginap diwarung-warung ini. Biaya menginapnya juga murah hanya sekitar 10 ribu hingga 15 ribu saja permalam. Oh iya, anda bisa memarkirkan kendaraan anda di pelataran kantor TNGGP dengan biaya parkir selama 2 hari 1 malam sebesar 20 ribu perkendaraabn (sepeda motor).

Pagi hari pukul 07.00 kami bergerak menuju pintu pendakian gunung putri. Dari Cibodas ke gunung putri ada angkot berwarna kuning yang bisa kita gunakan. Jika tidak mau repot kita bisa sewa saja dari cibodas langsung ke gunung putri dengan biaya 200 ribu. Jika tidak mau menyewa angkotnya bisa juga tapi anda akan 3 kali berganti angkot untuk bisa sampai di pintu masuk gunung putri. Dalam perjalanan ke Gunung putri kami berhenti sejenak di pasar cipanas untuk membeli beberapa logistik. Pukul 08.30 kami tiba di sekitar pintu pendakian gunung putri, menuju sebuah warung untuk sarapan dan melengkapi lagi beberapa logistik. Disini kami bertemu dengan rombongan goweser yang sepetinya akan offroad disekitar gunung putri.

Menuju pos gunung putri jalanan sudah menanjak, nafas mulai tersendat menyesuaikan diri dengan beban keril yang masih terisi penuh lumayan cepat mengundang peluh yang meleleh dan mulai membasahi kaos yang kami kenakan. Beberapa kali berpapasan dengan anak-anak sekolah yang berjalan turun kebawah, sejuknya udara dan hangatnya mentari terus menemani langkah perlahan kami. Sampai di pos gunung putri kami melaporkan diri, pengecekkan simaksi dan beberapa hal terkait perlengkapan dan logistik tidak ada masalah, dan kami dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum jalan kita berdoa dan foto terlebih dahulu..

Tepat pukul 09.30 kami bergerak dari pintu masuk gunung putri menuju ke alun-alun suryakencana. Jalur putri ini memang terkenal dengan jalur pendakian yang terus menanjak dan cukup melelahkan dengan kontur batu dan akar pepohonan tapi jangan khawatir jalur putri ini adalah jalur yang paling cepat untuk sampai ke puncak gede jika dibandingkan dengan jalur cibodas, dan lagi kita akan punya tempat bermalam yang sangat luas sehingga tidak perlu khawatir kehabisan tempat..

Setelah berjalan mendaki kurang lebih selama 6,5 jam, akhirnya kami tiba di alun-alun surya kencana pada pukul 16.00 segala kepenatan dan kelelahan yang kami rasakan cukup terobati dengan luasnya hamparan kebun edelweis ini.. kami menghirup udara dalam-dalam kemudian mengabadikannya dalam gambar kamera kami. Kami langsung bergerak menuju tempat kami akan mendirikan tenda untuk menginap malam ini ke arah mata air yang tidak jauh dari jalur menuju puncak gede..

Disekitar sumber mata air telah berdiri beberapa tenda pendaki lainnya. Kami beruntung tidak terlalu ramai sehingga bisa memilih tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda. Kami memilih tempat yang terlindung berada dibawah rimbun pepohonan cantigi.. Selesai mendirikan tenda kami beristirahat. Ada sebuag insiden yang cukup membuat kami panik. Kompor yang kami bawa tidak berfungsi alias rusak, padahal udara semakin dingin dan kami sangat membutuhkan minuman dan makanan hangat. Beruntung beberapa pendaki tetangga kami berbaik hati meminjamkan kompor mereka sehingga kami bisa menyiapkan makanan untuk menghangatkan tubuh. Salah seorang teman kami yang sakit akhirnya bisa beristirahat. Senja semakin temaram dan akhirnya digantikan oleh malam.. tidak sepenuhnya gelap justru terasa terang karena bulan penuh yang tampak sangat dekat dari permukaan… hanya saja dinginnya udara dan lelahnya tubuh menyebabkan kami lebih memilih masuk kedalam kantung tidur, menutupi kepala dan kaki kami untuk segera terlelap memulihkan stamina tubuh kami.

Setelah subuh yang dingin, kami menunggu matahari yang menghangatkan…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah sarapan dan berkemas dan merapihkan tenda, kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung gede. Dari alun-alun suryakenacana kamu berangkat tepat pukul 10.00, kurang lebih 40 menit kami tiba di puncak gunung gede, tapi sayangnya kabut menutupi seluruh pemandangan sehingga yang terlihat hanya putih dan putih.. walaupun demikian kami tetap bersyukur pada Allah karena diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa kembali menginjakkan kaki di puncak gede.. Setelah cukup berfoto, pukul 11.20  kami melanjutkan perjalanan untuk turun gunung melalui jalur cibodas. Jalur cibodas memang terasa lebih panjang dibandingkan dengan jalur putri tetapi pada jalur cibodas kita akan menemukan banyak spot yang sangat menarik. Tepat setelah puncak kita akan bertemu dengan kandang badak yang merupakan tempat bermalam jika kita mendaki dari jalur cibodas. Setelah kandang badag kita akan menemui kandang batu kemudian sumber air panas lalu curug cibeureum kamudian rawa gayonggong setelah itu telaga biru dan setelah itu barulah kita akan tiba dipintu masuk pendakian jalur cibodas. Ketika kami turun kami memerlukan waktu kurang lebih 8 jam dihitung dari alun-alun suryakencana. Kami tiba di pintu masuk cibodas bersamaan dengan adzan magrib berkumandang, Alhamdulillah.. langsung melaporkan diri ke petugas kemudian bergegas menuju warung dimana kami kemarin malam menginap untuk beristirahat sejenak, sholat dan mengisi perut. Tepat pada pukul 19.00 kami sudah kembali bergerak untuk pulang kerumah masing-masing..

                                                                                           

2 thoughts on “My Trip My Adventure, Pendakian Gunung Gede Lewat Jalur Putri

  1. titi

    saya baru mau ke sana insya Alloh 12 Apr 2018, apakah seanjang jalur puteri ada warung? BTW, nice share mas.

    Reply
    1. setiantobudi Post author

      maaf baru bisa bales… sebelum masuk ke pintu masuk pos gn putri ada warung kok untuk makan dan nambahin perbekalan yang mungkin kurang.. salam lestari… 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *