Tektok Naik Gunung Gede Melalui Jalur Gunung Putri

By | 22/09/2020

Alhamdulillah segala puji bagi Allah.. Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Saat ini kita hidup di era keterbatasan gerak karena adanya pandemi covid-19. Sudah lebih dari 6 bulan lamanya kita terbatas dalam beragam aktivitas. Berbagai dampak di alami oleh manusia.. tidak hanya disini tapi di seluruh dunia. Ketika sedikit nikmat yang Sang Pencipta berikan di hilangkan sedikit saja.. manusia tak berdaya.. Astaghfirullah..

Notifikasi WA-ku berbunyi.. seutas kalimat bertanya terbaca di layar ponselku “tiktok gede piye? senin malam berangkat.. ?”.. sebuah ajakan yang menggugah persendianku yang sudah beberapa bulan ini tidak bergerak bebas. Terbayang udara segar pegunungan yang dingin sejuk, panorama hijau yang akan mengistirahatkan lelahnya mataku dari layar monitor laptop yang setiap hari aku pandangi.. Tak perlu lama langsung kusambut ajakan itu “siap aku ikut” tak peduli itu hari kerja.. toh bukankah sudah 6 bulanan ini bahkan mungkin sampai akhir tahun kita akan bekerja secara WFH.. dan bagus juga kalo naik gunung di hari kerja, karena jika weekend bisa di pastikan gunung akan seperti pasar malam ramainya.. apalagi saat ini semua orang ingin pergi berkunjung ke alam..

Singkat cerita tiba di hari keberangkatan yaitu Senin malam. Kami berkumpul di rumah salah seorang teman, berbincang-bincang sambil minum teh panas adalah sebuah momen yang cukup langka saat ini. Biasanya hari-hari ini kami berkomunikasi hanya menggunakan media sosial. Memang Pandemi ini telah banyak merubah kebiasaan.

Kami berangkat pukul 21.30 wib, menuju basecamp gunung putri di cipanas. Malam itu perjalanan melalui jalan raya puncak cukup lancar, bisa jadi karena memang itu bukan weekend sehingga volume kendaraan tidak terlalu banyak.

Sesaat sebelum kami memasuki jalan yang mengarah ke basecamp Gunung Putri, kami berhenti sejenak untuk membeli nasi bungkus sebagai bekal makan besok pagi ketika tiba di puncak gunung Gede. Masih cukup banyak penjual makanan di sepanjang pinggiran jalan Cipanas, sehingga jika anda ingin mencari bekal makanan untuk pendakian langsung cukup mudah untuk mendapatkannya.

Tepat pukul 00.20 wib kami tiba di lokasi basecamp gunung putri, cukup lengang walaupun tetap ada beberapa orang yang sepertinya meronda atau bergadang. Di area ini banyak sekali warung-warung warga yang biasanya digunakan oleh para pendaki untuk beristirahat atau hanya sekedar packing ulang perlengkapan sebelum atau setelah melakukan pendakian

Setelah kami memarkirkan kendaraan di lokasi yang tepat kamipun segera bersiap. Berdoa sebelum memulai perjalanan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan, Doa bisa memberikan energi positif selama dalam pergerakan. Ada istilah PMA (Positif Mental Attitude) yang bisa di terapkan dalam sebuah aktifitas Alam terbuka dimana segala bentuk mahluk yang di ciptakan Allah berada. Dengan mental yang positif tersebut kita berharap kita bisa selalu berfikir dan bertindak positif juga dengan kesadaran penuh untuk menjaga dan melestarikan alam dimana kita berkegiatan.

Selesai berdoa kami langsung bergerak tancap gas menapaki jalan setapak yang telah di semen melalui ladang sayuran milik masyarakat. Walaupun sudah tengah malam masih ada aktivitas manusia di sepanjang jalan tersebut. Sekumpulan anak muda mengelilingi api menghangatkan diri membalas ramah sapaan ketika kami melintasi mereka. Jalan itu terus menanjak sehingga sampai di basecamp gunung Putri tempat biasanya para pendaki melaporkan diri. Malam itu basecamp terlihat lengang tak ada aktifitas karena memang tidak terlalu banyak orang yang mendaki tengah malam seperti kami. Kami terus bergerak berharap agar tubuh segera panas untuk melawan hawa dingin yang semakin menyergap.

Kami berjalan santai, menikmati setiap ayunan langkah dan helaan nafas yang semakin lama semakin memburu. Tubuh yang tadinya terasa dingin mulai terasa menghangat karena terus bergerak. Karena dalam pendakian tektok tidak membawa keril saya bisa merasakan perbedaannya. Saya bisa sedikit lebih tahan lama dalam melangkahkan kaki dibandingkan ketika membawa keril yang berat langkah juga terasa lebih berat… maklum faktor Usia… alesaan.. wkwkwk..

Kami terus melangkah dalam gelap, perlahan tapi pasti kami telah melewati satu demi satu pos yang ada di sepanjang jalur Gunung Putri. Rekan kami yang berjalan di depan adalah seorang Pelatih Profesional untuk kegiatan Alam terbuka. Kami mengikuti irama langkah yang diaturnya sesuai dengan usia dan kemampuan kami.. Kenikmatan berjalan kaki di tengah gelapnya hutan yang tak bisa di ungkapkan. Otot-otot kaki yang mulai menegang, aliran darah yang mulai berlari kencang memberikan sinyal bahwa kami selama ini terlalu banyak diam.. he..he..

Alhamdulillah ketika kaki semakin bergetar dan dinginnya udara mengikat ujung-ujung jari akhirnya kami tiba di Pos 5 yaitu Alun-alun Suryakencana. Kami tiba sekitar pukul 04.15 wib, kamipun terus berjalan menuju Alun-alun barat karena memang akan langsung naik ke Puncak Gede. Jarak dari Alun-alun timur ke barat sekitar 2,5 KM dengan jalan yang cukup datar dengan hamparan kebun edelweis yang luas. Setelah tiba di Alun-alun barat kami melakukan sholat subuh terlebih dahulu, setelah itu langsung berjalan mendaki ke puncak Gunung Gede.

Kami menginjakkan kaki di Puncak Gede pukul 06.00 wib. Cuaca sangat cerah.. Langit biru dan awan-awan putih terlihat terang tertimpa sinar matahari pagi. Angin bertiup kencang membawa dingin yang berpadu dengan hangatnya matahari. Panorama dari ketinggian puncak gunung yang selalu di kejar oleh para pendaki. Kelelahan mendaki yang sekejap hilang ketika mata melihat ke Indahan ini. Walapun nanti setelah turun dari gunung ya lelah lagi… 😀

Setelah puas dengan berbagai pose foto dan video kami mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat yang cukup terlindung dari terpaan angin dingin gunung yang tak juga berhenti berlari. Sambil berbincang dan bersenda gurau kami menikmati sarapan dan minuman hangat sambil melepaskan lelah. Terfikir juga jalur perjalanan yang kami lalui malam tadi yang tentu saja sesaat lagi akan kamu lalui lagi dalam perjalan turun… positif thinking… nikmati perjalanan..

Setelah cukup puas di puncak gede kami langsung tancap gas melanjutkan perjalanan untuk turun gunung. Sempat berhenti dan berfoto lagi di alun-alun suryakencana yang sangat indah. Udara dingin masih setia menemani walaupun perlahan sinar matahari mulai lebih terasa hangat.. seolah angin dingin dan matahari berlomba memberikan layanan terbaiknya untuk para pendaki mau dingin atau hangat..?? dan saya suka dua-duanya.. wkwkkw.. Sungguh itu adalah suasana yang luar biasa..

Setelah puas, kami bergerak turun gunung menapaki kembali jalan yang telah kami lalui bedanya tadi malam gulita pagi ini cerah sehingga kamu bisa melihat suasana hutan hujan yang syahdu.. Kanopi yang rindang, akar -akar besar pepohonan dan suara-suara pendudukk hutan yang telah menggeliat dan melakukan aktivitasnya pagi itu… Masya Allah.. dan di sepanjang perjalan turun hari itu kami bertemu dengan banyak penikmat ketingian.. banyak sekali padahal itu hari kerja.. sepertinya mereka pada ga punya kerjaan kali yaa… wkwkwk..

Kami terus berjalan dan bergerak turun.. kaki-kaki melangkah sudah tidak senormal biasanya.. rasa pegal yang berubah menjadi sakit.. kaki-kaki sepertinya telah melampui batas ambang berjalan seperti biasanya.. Ketika kaki-kaki terus di push untuk terus berjalan akhirnya kami sampai kembali di basecamp pukul 12.20 wib. Kami beristirahat, membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah sholat dzuhur dan makan siang di warung basecamp kami melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang. Alhamdulillah kami semua tiba kembali di rumah masing-masing dengan sehat dan selamat.

Dan ternyata terbukti walaupun ketika berjalan mengeluh dan merasakan kaki yang sakit tapi ketika di ajak lagi naik gunung pasti mau lagii…. wkwkwkk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *