Susur Pantai Sawarna

By | 13/02/2017

Dua Bus sedang dan dua elf bergerak merayap keluar dari kota hujan… Malam itu langit cerah dengan rembulan yang hampir penuh mengiringi perjalanan para petualang. Setelah cukup menjelajahi medan gunung dan hutan, kali ini para petualang akan menjejakkan kakinya ke daerah pesisir untuk melakukan susur pantai Sawarna..

Susur Pantai Sawarna

 

Susur Pantai Sawarna

Mataku menikmati lampu-lampu jalan yang berlari.. Bersama tubuh yang terguncang dikursi belakang… Tak berapa lama para penumpang senyap menikmati lelah lalu terlelap dalam perjalanan yang penuh kelokan..

Sebuah ujian pertama bagi para petualang… Dua bus berukuran sedang tak kuasa menaklukan jalan-jalan yang menjulang tinggi… Terseok-seok dengan deru mesin yang tersengal.. tak mampu melanjutkan perjalanan, padahal belum tiba di tujuan… Kelompok kami berhenti disini menunggu dua elf kembali menjemput… hanya menikmati suara deburan ombak.. karena malam masih pekat, mata hanya bisa menangkap kerlap kerlip lampu nelayan di tengah lautan… Hingga pagi menjelang setelah subuh.. Kami bergerak kembali menuju titik terakhir petualangan…

Susur Pantai Sawarna

Menjelang pukul 10 kami tiba di basecamp .. pemandangan indah laut lepas dengan pantai yang bersih dan indah seolah melenyapkan rasa pengap yang menyergap tubuh.. walaupun cuaca agak mendung tapi keringat mengucur deras.. melalui jalan setapak yang naik dan turun melewati persawahan dan hutan khas pantai..  kami terus berjalan sampai akhirnya tiba di titik terakhir dimana kami akan membuka bivak tempat kami bermalam..

Susur Pantai Sawarna

Sholat jumat menjadi agenda siang itu.. hujan rintik yang turun menemani suara khatib yang timbul tenggelam bersaing dengan debur ombak yang menghantam karang dan bibir pantai.. Tak terasa terpal yang kami gunakan sebagai alas sholat telah sempurna tergenangi air hujan…  Sungguh Jumat yang penuh dengan keberkahan.. karena setelah sekian waktu lamanya kami bergelut dengan kesibukan kerja yang mengejar, sesaknya kepala dengan berbagai urusan, dan hiruk pikuk dan berbagai suasana kota yang padat… saat itulah kami kembali merasakan menyembah Allah Sang Pemilik Alam bersama dengan hujan, hutan, ombak, karang dan lautan…

Bivak yang telah kami buat sebelum sholat jumat kami sempurnakan.. berbagi tugas menyiapkan suplai energi untuk tubuh kami.. memasak makanan sendiri adalah sensasi tersendiri terutama di alam terbuka… menikmati bekal yang kami bawa berbagi dengan teman sesama petualang… kami menikmati sepenuhnya..  Sore itu di tutup tetap  bersama hujan yang masih setia menemani..

Susur Pantai Sawarna

Menjelang malam aturan diterapkan.. perlengkapan tak lagi utuh, hanya sekedar alat yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan berlindung dari alam untuk tidur dimalam hari.. pergerakan dimulai.. para pelatih menentukan titik setiap siswa untuk menetap dan bertahan.. menghabiskan malam dengan tafakur dan dzikir.. mengingat betapa manusia teramat lemah.. tak seberapa jika dibanding dengan mahluk Allah yang lain yang terlihat besar dan gagah.. Tebing-tebing yang menjulang tinggi.. Ombak yang bergulung-gulung dengan suara gemuruh yang memenuhi malam.. Pokok kelapa yang menjulang tinggi begitu perkasa menahan hempasan angin laut.. dan Koral-koral kokoh yang dengan setia melayani gempuran ombak yang terus menerus menghantamnya…. Masya Allah..

Peluit itu membangunkanku untuk bersiap dan kembali bergerak menuju titik berikutnya.. menyusuri pantai malam itu memberikan sensasi tersendiri.. jika selama ini aku lebih sering menikmati dinginnya lembah-lembah dan puncak gunung.. kali ini aku menikmati panasnya udara pantai yang seolah selalu memeras keringat walaupun itu dimalam hari dengan hujan rintik yang sesekali turun menemani..

Setelah tiga hari kami berlatih disana.. kami pulang membawa segumpal semangat.. bahwa tugas kita masih banyak.. Harus senantiasa menjaga semangat untuk selalu menjadi lebih baik.. menunaikan setiap amanah yang teremban dipundak.. jangan pernah mundur teruslah maju.. karena dunia hanya sementara..  Semoga Allah memberikan kita semua pundak yang kokoh untuk memikul beban.. memberikan dada yang lapang untuk menampung berbagai persoalan dalam kehidupan.. memberikan kejernihan hati dan fikiran untuk menemukan solusi dari setiap permasalahan…

Ekspedisi Susur Pantai 2016…

Susur Pantai Sawarna

 

Susur Pantai Sawarna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Susur Pantai SawarnaSusur Pantai Sawarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *