Selamat Menikmati Cinta Baru

By | 14/02/2017

Beberapa minggu yang lalu berkesempatan mengikuti sebuah acara seminar keluarga. Pengisinya tak asing lagi, cukup terkenal dengan berbagai buku yang beliau tulis. Beliau adalah Pak Ustad Cahyadi Takariawan dan Istri beliau Ibu Ustadzah Ida Nur Laila. Temanya adalah Selamat Menikmati Cinta Baru.  Agar catatan dan ilmu ini terus bisa terbaca maka saya masukkan saja ke dalam web ini… semoga bermanfaat….

SB1M

Selamat Menikmati Cinta Baru Anda

Tahap kehidupan berumah tangga:

1. Romantic Love

Biasanya terjadi di masa-masa awal pernikahan, ketika segala sesuatu yang berhubungan dengan pasangan kita akan tampak terlihat dan terasa selalu indah. Pada fase ini kekurangan yanga ada pada pasangan bukanlah suatu masalah. Pada tahap inilah terbentuk mawaddah (Cinta yg menggebu), cinta yang biasa terjadi pada mereka yang baru merasakan jatuh cinta. Masa ini biasanya terjadi selama 3-5 tahun pada awal-awal pernikahan.
2. Distress / disappointment
Fase ini ditandai dengan beberapa ciri seperti berikut ini:
  • Ketika segala sesuatu (bahkan yang kecil)  dapat menjadi sumber masalah antara pasangan suami-istri.
  • Biasanya pihak yang merasa mendapatkan ketidakpuasan dalam pernikahan adalah istri, karena istri (wanita) lebih dominan mengunakan perasaannya. Sehingga disaat istri marah dan suami menanggapinya dengan serius (karena struktur berfikir laki-laki adalah global yang menerima penyataan sebagai data dan fakta) maka terjadilah perselisihan itu. Padahal sebenarnya istri sedang mengeksplorasi perasaannya, dan tidak benar-benar serius terhadap perkataannya.
  • Solusinya adalah dengan saling memahami bagaimana cara berfikir pria dan wanita, karena keduanya memiliki cara berfikir yang berbeda. Saat istri marah sebenarnya hal yang perlu dilakukan suami adalah cukup mendengarkannya, memberikan waktu istri menumpahkan segala perasaannya, kemudian memeluknya. Jika sudah selesai, lakukan pembicaraan  baik-baik apa yang di harapkan istri dan apa yang di harapkan oleh suami.

 

3. Knowledge dan awareness

Pada fase ini suami dan istri dapat lebih mengenali pasangan secara lebih detail. Sifatnya, karakternya, kebiasaannya dan lain sebagainya. Selalu berusaha dan mencoba untuk memahami pasangan apa adanya, sehingga ada kesepakatan dan pemahaman yang baik apa yang menjadi tujuan dalam berumah tangga kemudian terus berusaha bersama untuk membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

4. Transformation

Pada fase ini, antara suami dan istri memiliki pemahaman dan penerimaan terhadap pasangan dengan lebih bertanggung jawab. Dapat menerima secara realitas apapun yang ada pada diri pasangannya.

5. Real love

 Pada fase ini, antara suami istri akan timbul rasa mencintai pasangan dengan sebenarnya. Pada tahap inilah terbentuk Rahmah ( cinta yg mendalam). Cinta yang tidak lagi melihat pada fisik dan materi, tapi justru kekurangan dan kelemahan yang ada pada pasangan semakin menguatkan cinta yang ada. Kasus perceraian yang terjadi di masyarakat sebagian besar berada pada usia pernikahan dibawah lima tahun. Ternyata seringkali sebelum menikah masing-masing pasangan punya harapan sangat besar terhadap pernikahan yang diimpikan, pasangan yang ideal, namu yang didapat diluar dari impiannya. Hal ini terjadi karena biasanya sebelum menikah ada peristiwa pacaran (masuk dalam fase romantic love), sehingga ketika masuk ke jenjang pernikahan yang sesungguhnya fase romantic love sudah mulai berkurang dan menjadi lebih sedikit karena mulai masuk ke fase distress. Solusinya adalah setelah menikah perlama fase romantic love dan percepat fase distress.
Sebuah contoh kasus kejadian dan bagaimana tanggapan istri pada beberapa tahapan dalam berumah tangga:
Suami mendengkur saat tidur
Fase romantic love: segalanya tampak indah– dengkuranmu bagaikan alunan musik yang indah 🎧🎼 bagiku 😍
Fase distress : kemarahan dengan fakta yg ada– aku tidak bisa tidur karena dengkuranmu sangat mengganggu, jangan mendengkur lagi 😡
Fase knowledge : saran dan masukan– cobalah pindah posisi tidur ke arah kanan,  siapa tau tidak akan mendengkur lagi.. Coba pindahlah ke arah kiri.. apakah perlu membeli alat anti mendengkur 🤔
Fase transformation : penerimaan dan pemahaman– sepertinya memang sudah dari sananya suami jika tidur mendengkur, tidak bisa dirubah walaupun menggunakan alat anti dengkur 😁
Fase real love: pemahaman dan menambah kecintaan– seperti itulah dengkuran suamiku yang menjadi ciri khasnya 😊
5 Langkah Menciptakan Kesejiwaan
1. Ciptakan Visi Bersama
– Visi : pernyataan luhur atas cita-cita yg ingin bersama diwujudkan, hal besar yg ingin diraih dalam kehidupan keluarga. Internalisasikan visi keluarga dengan baik dalam keseharian.
– Perhatikan “kualitas masalah” dalam kehidupan rumah tangga.
– Semakin tinggi visi, semakin rendah masalah.
– Kembali kepada visi. Jadikan visi keluarga sebagai penguat keharmonisan keluarga.
2. Selalu berusaha saling mengenal satu sama lain
– Tiap waktu selalu ada kejutan yang baru pada diri anda dan pasangan
– Berusahalan untuk selalu mendekat, jangan saling menjauh.
– Selalu menyempatkan untuk berbincang dengan pasangan.
– Ada masa dimana seseorang bisa tidak mengetahui ada perubahan yang terjadi pada pasangannya disaat salah satunya sedang tidak mempedulikan pasangan. Selingkuh tidak terjadi dengan tiba-tiba, ada prosesnya. Jika pasangan melakukan kesalahan, mungkin ada andil dari pasangannya. Gadget bisa menjadi pintu datangnya fitnah, semakin jujur antara keduanya sehingga tidak ada yg ditutupi.
– Berusahalah menemukan kelucuan bersama, tidak hanya lucu bagi suami tapi juga lucu bagi istri
3. Menyesuaikan diri dengan harapan pasangan
– Menyadari dengan sepenuhnya bahwa setelah menikah, anda tidak bisa lagi menjadi diri sendiri
– Karena anda harus menjadi seseorang seperti apa yang diharapkan oleh pasangan anda
– Diskusikan dengan pasangan apa yang menjadi harapannya
– Saling menyampaikan harapan masing-masing kepada pasangan. Para suami seringkali sulit mengekspresikan harapannya pada istri, bisa jadi karena setelah menikah suami merasa berada pada zona nyaman (comfort zone), sehingga biasanya para suami kehilangan kemampuan verbalnya. Sehingga jika suami lebih banyak diam maka bisa berarti suami merasa sakinah (tenang) bersama anda, bukan berarti tidak mencintai anda lagi
– Sampaikan harapan anda pada pasangan dengan kalimat yang positif
4. Terima pengaruh dari pasangan
– Kesejiwaan antara suami istri tidak akan tercapai jika anda menolak menerima pengaruh dari pasangan anda
– Suami istri itu bersenyawa dan melebur, bukan saling asing Dan memisah
– Cari Titik temu yg bisa diterima untuk suami istri dari setiap perbedaan.Jika menolak pengaruh pasangan, tidak akan pernah damai hidup anda, karena standar hidup sebelumnya beda, berasal dari  keluarga yang beda. Misal istri berasal dari keluarga yang serba terencana, shg punya perencanaan kapan punya rumah, mobil, haji, umroh. Sedang suami berasal dari keluarga yg mengalir seperti air yang mengalir, santai menikmati hidup jika ada rezeki, beli rumah, ada rezeki beli mobil, dll. Solusinya menikmati hidup tapi juga perlu perencanaan (istri menurunkan kadar perencanaan idealnya, suami belajar sedikit2 ttg perencanaan).5. Menjadi sahabat setia bagi pasanganSesi tanya jawab:
– Perbedaan karakter antara suami istri sudah menjadi fitrah berhubungan dengan kromosom, hormone dan struktur otaknya. Secara umum Allah memberikan perbedaan pada struktur otak pada pria dan wanita (pria tunggal sedangkan wanita majemuk). Sehingga jika istri banyak bertanya, bukan bermaksud menginterogasi, dia hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja dan memastikan suami mencintainya dengan sepenuh hati.
Long Distance Relation (LDR) adalah suatu keterpaksaan yang berbatas dengan jarak dan waktu, tidak bisa menjadi gaya hidup, karena menikah selayaknya harus tinggal bersama dalam satu rumah.
– Istri bekerja keluar rumah bukan sebagai pencari nafkah yang utama, konsekuensi untuk memberikan nafkah tetap menjadi tanggung suami sepenuhnya. Namun jika istri tetap bekerja diluar tentu harus  tetap dengan izin sang suami dengan syarat tidak menyita habis waktunya apalagi jika sampai mengorbankan keluarganya.
– Seringkali harapan tidak dikomunikasikan dengan baik. Misalnya harapan suami terhadap pakaian istri didalam rumah. Jika suami bosan melihat pakaian istri didalam rumah yang itu-itu saja, sampaikanlah harapan itu dengan kalimat yang positif. Selalu berusaha mengkompromikan harapan jika mau bahagia dengan pasangan anda.
– Perbuatan salah kepada pasangan tidak bisa membuat segala sesuatu seperti semula, meskipun sudah saling meminta maaf, seperti halnya paku yang dicabut dari sebuah papan tentu akan meninggalkan bekas lubang pada papan itu, meskipun sudah ditambal seringkali tetap akan terlihat berbeda. Jika ada sebuah masalah, segeralah perbaiki hubungan dengan pasangan. Fokuslah pada sisi positif dari pasangan anda.
Selamat Menikmati Cinta Baru Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *