Enam Aturan Baru untuk Transportasi Online

By | 16/03/2017

Untuk memberikan payung hukum bagi layanan transportasi online berbentuk mobil seberti Uber, Grab-Car dan Go-Car, Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menyusun peraturan Menteri No. 32 Tahun 2016. Peraturan tersebut telah diundangkan pada tanggal 1 April 2016, dan saat ini masih dalam tahap sosialisai hingga 1 April 2017. Sosialisasi ini bertujuan agar bisa dipahami dan diterima oleh semua pihak yang terkait. Kementerian Perhubungan telah melakukan dua kali uji publik terhadap aturan tersebut. Meski tetap mempertahankan sebagian besar aturan yang lama seperti keharusan melakukan uji kir serta mempunyai pool dan bengkel, dalam aturan yang direvisi ditambahkan enam aturan baru untuk transportasi online. Uji publik dilakukan di dua kota besar yaitu Jakarta pada bulan februari 2017 dan Makassar pada bulan Maret 2017.

enam aturan baru untuk transportasi online

Enam Aturan Baru untuk Transportasi Online

Berikut ini adalah enam aturan untuk transportasi mobil online seperti Uber, Grab-Car dan Go-Car yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2017.

Workshop Melejitkan Bisnis Online

  1. Ada batasan tarif dan jumlah kendaraan, pada aturan yang baru akan diberlakukan batasan tarif atas dan bawah untuk layanan transportasi online. Menurut Menteri Perhubungan, tarif batas tersebut akan ditentukan dengan melakukan survei. Batasan yang diberlakukan ini sama dengan angkutan konvensional, selain itu aturan yang baru juga mengizinkan pemerintah daerah untuk membatasi jumlah transportasi online sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
  2. Ada tanda khusus berupa stiker yang berwarna biru, dalam peraturan menteri nomer 32 ini menyatakan bahwa kendaraan yang tergabung dengan transportasi online harus memiliki tanda berupa stiker berwarna biru. Dalam aturan ini juga dijelaskan bahwa stiker tersebut berbentuk bulat sebagai simbol roda dan terdapat huruf T yang berarti Taksi. Sedangkan menurut Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar warna biru dari stiker melambangkan cinta terhadap berbasis aplikasi ini.
  3. Boleh menggunakan kendaraan 1000 cc, tahun lalu Menteri perhubungan mensyaratkan kendaraan yang bisa bergabung dalam transportasi online harus mempunyai kapasitas minimal 1300 cc, namun dalam revisi aturan terbaru ini ketentuan tersebut diturunkan menjadi 1000 cc.
  4.  Kaharusan memiliki rekening bank dan server di Indonesia, Menteri perhubungan juga mengharuskan para penyedia layanan transportasi online untuk memiliki rekening bank nasional yang dipergunakan untuk menampung hasil penjualan jasa transportasinya, selain itu juga mereka diharuskan mempunyai server di dalam negeri dan tertib dalam membayar pajaknya.
  5. Akses terhadap data pengemudi, Menteri perhubungan meminta para penyedia layanan trasportasi online memberikan akses kepada pemerintah untuk memantau operasional layanan transportasinya. Akses tersebut mencakup data seluruh angkutan perusahaan yang bekerjasama , hingga data seluruh kendaraan dan pengemudinya.
  6. Adanya sanksi tegas terhadap penyedia layanan transportasi online yang melanggar, Apabila dikemudian hari nanti ada layanan transportasi online yang melanggar peraturan, maka menurut aturan baru ini masyarakat dapat dan berhak melaporkannya kepada menteri kominfo dan meneteri perhubungan. Apabila penyedia layanan tidak melakukan perbaikan dalam waktu 48 jam, maka kominfo akan memblokir akses kepada layanan online yang bersangkutan.

Ridzki Kramadibrata (Managing Director Grab Indonesia)  menyatakan bahwa ia kurang setuju dengan aturan pembatasan tarif dan jumlah kendaraan. Seharusnya hal seperti itu diserahkan kepada mekanisme pasar. Sedangkan dalam kesempatan yang lain, pihak Uber Indonesia menyatakan kalau mereka mengapresiasi dukungan pemerintah kepada para penyedia layanan transportasi online. Namun mereka berharap agar perubahan aturan ini hendaknya tetap mengutamakan kepentingan para penumpang dan mitra pengemudi, serta harus memastikan kalau inovasi dapat terus berkembang dengan baik di tanah air.

Bagaimana reaksi pihak transportasi online dan konvensional dalam menyingkapinya?? kita tunggu saja beritanya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *