Mengunjungi Mahameru Puncak Para Dewa

Sebuah catatan perjalanan yang pernah saya lakukan pada tahun 2016, baru sempat menuliskannya sekarang untuk sebuah kenangan dan sebuah pelajaran. Kata orang bijak menulis itu bisa memperpanjang usiamu.. he..he.. dan inilah cerita saya tentang mengunjungi mahameru puncak para dewa.

Mengunjungi Mahameru Puncak Para Dewa

Tempat ini sangat populer dan sering dikunjungi oleh banyak orang, terutama para pendaki dan penyuka kegiatan alam terbuka dari dalam dan luar negeri. Kepopulerannya di kalangan anak muda semakin bertambah setelah tempat ini menjadi latar dari sebuah film remaja yang beredar di Indonesia. Tulisan dan foto-foto yang menunjukkan keindahan dan membahas tempat ini sudah sangat banyak, tapi untukku tempat ini adalah salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi.. aku menyukai kegiatan di alam terbuka.. tapi belum berkesempatan untuk berkunjung ke tempat ini.. tempat yang dikatakan sebagai kediaman para dewa, puncak yang disebut puncak Mahameru.

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3676 mdpl, merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah gunung Kerinci dan gunung Rinjani. Secara administrasi gunung semeru termasuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang di Propinsi Jawa Timur. Gunung ini dikelola oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Semeru memberikan sebuah pengalaman yang luar biasa. Jalan setapak yang kita lalui di sepanjang perjalanan dari pos awal pendakian memberikan nuansa tersendiri.. Suasana yang hening dan tenang sesekali diselingi suara gemuruh angin gunung yang turun menghempas pucuk-pucuk pohon cemara. magis.. Panorama yang tersaji di beberapa titik jalur pendakian sungguh sangat indah dan aku semakin berdecak kagum ketika tiba di danau Ranukumbolo yang selama ini hanya pernah kulihat lewat foto-foto di internet saja.. airnya yang berwarna biru jernih berkilauan memantulkan cahaya matahari akan semakin menambah keindahannya, dan mungkin kau tak percaya jika di danau itu banyak ikannya.. Namun selain indah mempesona dinginnya ranukumbolo akan melemparkanmu seolah kau berada di dalam freezer lemari es..

Untuk mencapai puncak semeru ada beberapa pos lagi yang harus kita dilalui, di depan ranukumbolo ada tanjakan yang juga sangat populer yang disebut dengan tanjakan cinta. Mitosnya jika kau punya cita-cita yang ingin di capai berdoalah ketika sedang mendakinya dan jangan sama sekali menoleh kebelakang maka kau akan berhasil menggapai keinginanmu itu..tapi jika menoleh sedikit saja kau akan gagal.. he..he.. pahamilah dengan bijak ya.. Dan dari atas tanjakan cinta ini panorama danau ranukumbolo akan membuatmu jatuh cinta.. yakin deh…

Setelah tanjakan cinta kita akan melalui sebuah lembah yang luas yang disebut dengan oro-oro ombo yang dihuni oleh verbena Brasiliensis vell yang berwarna ungu dan mirip dengan bunga lavender, tapi sayang ketika kami kesana kami hanya mendapati pemandangan yg berwarna coklat dan hitam.. Setelah oro-oro ombo kita akan melalui cemoro kandang yang merupakan hutan dengan dominasi vegetasi pohon cemara.. kau bisa menikmati irama angin dengan buah semangka segar atau segelas kopi panas ditempat ini.. Setelah cemoro kandang lebih keatas lagi kita akan menemukan sebuah tempat yang disebut Jambangan dimana terdapat pohon-pohon rindang yang bisa kita gunakan untuk melepas lelah, dari jambangan ini puncak semeru terlihat begitu dekat. Setelah jambangan tibalah di pos terakhir sebelum puncak yang disebut Kalimati, sebuah tempat yang lapang dengan pemandangan yang indah dan merupakan basecamp pendaki untuk mendirikan tenda untuk beristirahat, disinilah semua perlengkapan ditinggalkan ketika memulai perjalanan ke puncak semeru.

Pada tengah malam dengan suhu udara yang dingin kami melangkahkan kaki perlahan menapaki jalan setapak yang semakin lama semakin menanjak. Bekal air dan makanan kecil yang dibawa cukup membantu untuk menambah energi, tak membutuhkan waktu lama untuk air rebusan gula aren yang tadinya panas mendidih ini untuk menjadi dingin kembali..ah seandainya ada tukang bakso atau mie ayam dijalur kelik ini pasti maknyuss sekali ya.. Jalur yang berdebu cukup mengganggu pergerakan, menggunakan kacamata berwarna hitam membuat pandangan berkurang tapi tak menggunakan kacamata, mata perih karena debu yang berterbangan, akhirnya kami menggunakan mata dewa dengan bantuan indra ke enam..ha..ha..

Pada ujung jalur berdebu akhirnya kami menemukan jalan lebar berupa jalan pasir, mengecil di awal kemudian terus melebar ke atas seolah membentuk jalur-jalur aliran sungai.. kami bersyukur terbebas dari debu-debu tadi dan mulai menikmati jalur pasir yang membenamkan kaki ini.. tapi ternyata disinilah kesabaran dan semangat itu di uji.. jalur pasir ini justru memberikan kelelahan ekstra, tidak hanya fisik tapi juga motivasi dalam diri. Kaki sih tiga kali melangkah tapi faktanya tubuh ini hanya bergerak maju satu langkah, cukup menguras banyak energi dan semangatmu.. rahasia di jalur pasir ini adalah kesabaran.. nikmatilah.. Di kejauhan mata memandang tampak kerlap-kerlip lampu di Kota Malang dan sekitarnya.. indah penuh warna, pemandangan yang menenangkan jiwa dengan keheningan sesaat seolah berada di ruang hampa antariksa..hanya hening..sunyi..sendiri.

Tamparan angin yang bertiup kencang kembali menarik kesadaran.. bibir terasa jontor dengan hidung berair melengkapi sejuta rasa bahwa perjalanan ini belum berakhir.. harus terus bergerak mengangkat kaki yang terbenam dan melangkahkannya walau terseok adalah pilihan yang paling bijak. Kewaspadaan dan konsentrasi harus tetap tinggi karena batu-batu yang tidak stabil itu sesekali menggelinding meluncur kebawah berlari di atas jalur pasir ini. Kami terdiam sesaat di sebuah lereng datar bersimpuh dan berdoa kepada Allah dalam subuh yang syahdu agar menguatkan kaki-kaki lemah ini untuk terus mendaki..

Kurang lebih setelah lima jam berjalan bersusah payah barulah kami menjejak dataran paling tinggi, puncak para dewa puncak mahameru. Angin berlari kencang menerpa tubuh-tubuh lelah yang kembali kokoh. Matahari memandikan kami dengan cahayanya yang hangat dan mata kami menikmati sarapan pagi berupa pemandangan yang sungguh sangat indah.. Alhamdulillah.. Pelajaran yang alam berikan menerbitkan sebuah rasa takjub dan kesadaran diri bahwa manusia hanyalah mahluk kecil yang lemah tanpa daya ditengah hamparan semesta yang luas ini, sebait doa dan syukur terpanjat kepada Sang Maha Pencipta untuk segala karunia yang telah di ciptakan dan diberikan kepada seluruh manusia. Semoga kita bisa terus menjaga keindahan ini dengan segenap cinta bukan malah merusaknya agar kelak anak cucu kita bisa juga menikmati juga keindahannya.

Tempat belajar internet marketing di Semarang

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Mau Langsing dalam 20 hari !!! - Order Now : 08118111776klik disini
%d bloggers like this: