Menapaki Jalur Kledung Pendakian Gunung Sindoro Wonosobo

Pukul 15.30 aku bergerak meninggalkan rumah dengan menggunakan ojek online, hujan gerimis yang terus turun tak bisa menyusutkan niatku untuk segera bergegas menuju terminal bus Baranangsiang. Honda beat itu melaju menembus gerimis yangn belum juga berhenti dan sepertinya tidak akan segera berhenti sampai malam ini. Setelah tiba di Terminal Baranangsiang bergegas melangkah cepat menyusuri pintu keluar Terminal. Biasanya bus yang akan keluar dari Terminal akan melalui jalan itu, posisinya tepat berada di depan jalan tol Bogor. Sore itu suasana terminal tidak terlalu ramai karena mungkin selain hujan juga masih hari kerja. Aku sedikit bingung karena selama ini jarang sekali menggunakan bus dari terminal. Informasi dari teman yang membeli tiket bus yang akan kita gunakan adalah bus sinar jaya jurusan bogor – wonosobo. Beberapa saat menunggu akhirnya beberapa teman terlihat juga penampakannya. Setelah semua lengkap berkumpul kami bergegas naik kedalam bus yang ternyata posisinya tepat berada di depan kami berdiri menunggu. Bus Executive Sinar Jaya dengan seat 2-2 cukup nyaman dan perjalanan ekspedisi untuk menapaki jalur kledung pendakian gunung sindoro wonosobo segera di mulai.. Bismillah..Belajar Bisnis Online dan Internet Marketing di Kota Probolinggo Jawa Timur

Menapaki Jalur Kledung Pendakian Gunung Sindoro Wonosobo

Bus bergerak dengan kecepatan sedang meninggalkan kota hujan, jalan tol yang katanya adalah jalan pintas yang cepat untuk sampai tujuan ternyata tak seperti faktanya. Bus terhalang kemacetan yang cukup panjang dan lama karena ada proyek pembangunan, roda bus berputar perlahan dan membosankan menggilas jalan basah yang penuh dengan deretan mobil besar dan kecil yang lebih mirip tempat parkir yang yang sangat luas. Iringin musik dangdut koplo dan pop rock mengalun dari salon bus lumayan bisa membunuh bosan.. untung saja kualitas suara salonnya bagus walaupun lama-lama telinga lelah juga mendengarkan.. kami bukan pecinta koplo.. wkwkwk…   ah lebih baik tidur mengistirahatkan badan sambil berharap ketika terbangun macetnya sudah hilang dan jalan kembali lancar.

Singkat cerita pagi hari pukul 05.30 kami telah tiba di terminal Mendolo Wonosobo, setelah menurunkan keril-keril besar kami dari bagasi bus, kami beristirahat sejenak untuk membersihkan diri dan sarapan. Suasana Terminal Mendolo masih sepi, tetapi sudah ada beberapa warung kecil disekitaran musholah yang menjajakan dagangannya. Nasi dan gorengan panas lumayan bisa menenangkan perut yang kelaparan. Ada satu yang keren dari Terminal Mendolo ini.. toiletnya bersih banget.. keren lah..  Setelah istirahat dan sarapan kami melanjutkan perjalanan dengan bus kecil ke Desa Kledung. Sesuai rencana kami akan naik Sindoro melalui jalur Kledung dan beruntungnya dalam perjalanan di bus dari bogor tadi kami bertemu dan berkenalan dengan seorang teman yang baik hati dan kebetulan sekali rumahnya berada di desa Kledung dekat dengan basecamp tempat pendaftaran pendakian.. Alhamdulillah

Perjalanan dari Terminal Mendolo ke Desa Kledung membutuhkan waktu sekitar 35 menit dari terminal Mendolo. Bus yang kami tumpangi tiba di basecamp kledung sekitar pukul 08.30. Basecamp Kledung tepat berada di tepi jalan. Punya Aula yang cukup besar untuk menampung pendaki jika memerlukan tempat untuk bermalam. Kami disambut ramah oleh para tukang ojek yang biasa mengantarkan pendaki dari basecamp kledung hingga ke Pos 1,5. Aneh ya kenapa namanya pos 1.5..?? karena ternyata memang pendaki yang naik ojek akan diturunkan di pangkalan ojek yang lokasinya sudah melewati pos 1 lebih sedikit. Para petugas di basecamp kledung juga anak-anak muda, menurut mas Husen semua anak muda di sekitaran desa kledung memang diberdayakan untuk mengelola Gunung Sindoro sehingga semua berdaya mandiri, karena setiap hari selalu banyak dikunjungi para pendaki apalagi jika akhir pekan atau masa liburan bisa dipastikan sangat ramai, Di basecamp juga ada souvenir berupa stiker, kaos, pin, hiasan, gelang dan pernak-pernik lain yang bisa dijadikan sebagai cinderamata ketika pulang kerumah.

Ketika kami melakukan pendaftaran sudah ada beberapa orang pendaki yang sedang melakukan persiapan pendakian. Setelah kami mendapatkan simaksi dari petugas kami melanjutkan berjalan kaki menuju rumah mas Husen teman yang kami kenal di bus tadi, sekitar 10 menit berjalan kaki kami tiba di rumah mas Husen. Saya dan 4 orang teman turun lagi ke arah basecamp untuk melengkapi kebutuhan logistik, karena memang kami belum membawa logistik dari Bogor dalam rangka menghemat beban keril. 15 Botol besar air, Mie Instan, Snack dan beberapa logistik lain telah kami beli dan tidak lupa membungkus nasi dan lauknya untuk nanti makan di pos 3 (sebagai informasi pos 3 dari jalur kledung gunung sindoro adalah pos dimana kita bisa mendirikan tenda, sebetulnya ada sunrise camp diatas pos 3 yang juga bisa untuk mendirikan tenda). Sayangnya memang kami tidak mendapatkan sayur mayur untuk kebutuhan logistik, tapi tak apalah karena 2 rekan dari Solo akhirnya datang bergabung dengan membawa bebek ungkeb yang maknyuusss. Setelah cukup beristirahat dan logistik juga lengkap kamipun bersiap untuk memulai pendakian.. btw masih ada 2 rekan lagi yang berlum dateng dari Malang.. tapi akhirnya diputuskan kita akan bertemu saja di Pos 3 nanti malam…

Pukul 9.30 kami bergerak menuju pos 1… tapi kita pake ojek wkwkwk.. yah itung-itung hemat energi dan berbagi rezeki dengan para pengojek motor di Sindoro. Keril kami diletakkan di depan dan pendaki membonceng di belakang, motor bebek-pun melaju dengan cepat diatas jalan berbatu yang tidak rata, saya sampai terfikir ini velg-nya ga hancur apa ya.. setelah keluar dari desa Kledung dan memasukin kawasan hutan jalan berbatu berubah menjadi jalan tanah yang licin, kalo ga trampil pengemudi ojeknya bisa terpelanting jatuh, apalagi dengan beban yang tidak ringan.. Alhamdulillah semua tiba dengan selamat di pos 1.5 dengan sensasi yang ngeri-ngeri mantaab.. oh iya kata pengemudi ojeknya kalo di gunung sumbing yang di depan justru pendakinya dan kerilnya di gendong sama tukang ojeknya… ha.. ha..  unik tapi  begitulah faktanya..

Dari Pos 1.5 kami melanjutkan berjalan kaki menapaki jalan yang langsung menanjak. Dengan keril yang masih sarat dengan beban kaki-kaki kami perlahan menyusuri jalur pendakian. Oh ya informasi lagi pada jalur Kledung hingga puncak nanti tidak ada sumber mata air oleh karena kita harus membawa air yang cukup. Kami membawa 15 botol 1.5 liter untuk memenuhi kebutuhan air. Terus berjalan menanjak menyebabkan peluh mulai membasahi tubuh. Tubuh dan nafas mulai beradaptasi, perlahan tapi pasti kami akhirnya tiba di Pos 2. Kami tiba di Pos 2 pukul 11.00 jadi sekitar 1.5 jam perjalanan dari pos 1.5 tadi. Pada Pos 2 terdapat sebuah gubuk dan plang yang menandakan kita berada di Pos 2. Kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah kemudian melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Pos 3.

Pos 2 ke Pos 3 jalur pendakian semakin menanjak dan kebanyakan curam dan berbatu-batu, hati-hati yaa. Terus menanjak dan menanjak kayaknya ga ada bonus jalan landainya he..he.. Kami membutuhkan waktu 2.5 jam untuk tiba di Pos 3. Kami tiba di Pos 3 sekitar pukul 13.30. Waktu itu hanya ada satu tim pendaki yang sedang asyik tidur-tiduran di bawah fly sheet. Pos 3 memang cukup lapang untuk bermalam dan mendirikan tenda, terlindungi dengan pepohonan dan di Pos 3 ini juga ada warungnya mbah Kuat. Biasanya para pendaki yang ngecamp di Pos 3 akan menitipkan tendanya ke mbah kuat ketika mereka naik ke puncak sindoro. Tapi sayangnya di Pos 3 ini juga kerap kali dikunjungi oleh Babi hutan. Babi hutan yang mencari makan dan menyerang tenda pendaki. Berdasarkan pertimbangan adanya serangan babi hutan itu akhirnya kami putuskan untuk mendirikan tenda di Sunrisecamp. Lokasinya tepat diatas Pos 3 dengan jalur menanjak dan berbatu.. pantesan aja babi ga bisa ke sunrisecamp… he..he.. Setelah istirahat sejenak di Pos 3 kami melanjutkan nanjak lagi ke Sunrise camp. Oh iya informasi lagi… Untuk mendapatkan sunrise di sunrise camp ini udah indah banget yah namanya juga sunrise camp… 😀

Di sunrise camp kami mendirikan tenda, sholat, memasak air kemudian makan siang bersama dengan menu bebek maknyusss.. mantab jiwa membahana.. Sore itu indah dengan matahari perlahan tenggelam menyisakan warna jingga diatas langit. Tapi menjelang magrib angin datang menderu langit tertutup awan dan kabut yang melemparkan hujan.. Semakin gelap semakin besar angin menerpa dengan suaranya yang bergemuruh dari arah puncak. Seolah berlari tanpa tahanan menerjang tenda-tenda yang ada di Sunrise camp. Beruntungnya kami mendirikan tenda tepat di sisi gerumbul semak dan perdu yang lumayan memberikan perlindungan walaupun tetap saja beberpa tali fly sheet tenda kami ada yang putus. Saya melihat beberapa tenda tetangga yang hampir rubuh dan miring entah karena patah atau talinya yang terlepas. Akhirnya kami sholat di tenda masing-masing kemudian berusaha untuk tidur. Sekitar pukul 01.00 saya terbangun (ga nyenyak juga tidurnyaa… ) karena melihat bayangan fly sheet yang menutut tenda berkibar-kibar lepas dari ikatan. Saya keluar dari tenda untuk membetulkan ikatannya, ternyata badai masih terus berlangsung dan baru mereda setelah subuh. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Hanya ada satu tenda yang bocor karena fly sheetnya berkibar-kibar diterpa angin kencang.

Pukul 7 kami melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Sindoro. Terus terang gunung sindoro ini mirip dengan merbabu jalur suwanting. Puncaknya tampak tertutup dengan yang tampak seperti puncak. Beberapa kali menyangka telah sampe di puncak ternyata masih belum sampai dan harus terus naik lagi. Ketika tiba di puncak kami terpencar dan tidak bersamaan. Saya dan seorang rekan sampai di puncak pukul 9.30, suasana puncak tertutup oleh pekatnya kabut dengan angin yang bertiup kencang dan membawa uap air. Setelah mengambil beberapa gambar kami langsung turun lagi menuju sunrise camp. Alhamdulillah semua sampai di Puncak dan kembali bertemu di Sunrise camp untuk istirahat dan persiapan langsung turun gunung. Kami baru turun gunung sekitar pukul 16.00 karena sebelumnya memberikan pertolongan pada pendaki yang mengalami kecelakaan, karena di tim kami ada seorang dokter. Alhamdulillah menjelang Magrib kami semua tiba kembali di rumah Mas Husen dengan selamat dan sehat.

Berikut ini videonya… ga upload gambar ya.. hemat space…  he..he.. SALAM LESTARI !!!!

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Mau Langsing dalam 20 hari !!! - Order Now : 08118111776klik disini
%d bloggers like this: